Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi menggelar kegiatan finalisasi penyusunan Rencana Strategis (Renstra) untuk periode 2024–2028, yang diikuti oleh seluruh pengelola program studi di lingkungan FKIK, termasuk pengelola Jurusan Psikologi, Rabu (11/5/2025). Acara yang berlangsung ini dipimpin langsung oleh Dekan FKIK, Dr. dr. Humaryanto, Sp.OT, M.Kes, dan didampingi oleh tim perumus Renstra FKIK.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya institusional dalam memastikan arah pembangunan dan pengembangan fakultas dalam lima tahun ke depan sejalan dengan visi Universitas Jambi sebagai institusi unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam suasana penuh semangat dan reflektif, diskusi berjalan konstruktif antar-pengelola program studi dan tim penyusun renstra, demi menyepakati prioritas strategis yang realistis dan berdampak.
Dekan FKIK, Dr. dr. Humaryanto, Sp.OT, M.Kes, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan rencana strategis bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan komitmen akademik dalam menjamin keberlangsungan mutu dan tata kelola yang profesional. Ia menyatakan, “Rencana strategis ini adalah arah jangka menengah kita, penunjuk jalan bagi seluruh civitas academica FKIK dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi dengan akuntabel dan terukur.”
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh elemen fakultas, termasuk program studi non-kesehatan klinis seperti Psikologi, yang menurutnya memiliki peran vital dalam menjembatani pendekatan biopsikososial dalam pelayanan kesehatan masyarakat. “Psikologi adalah bagian tak terpisahkan dari pemahaman holistik terhadap manusia. Kontribusinya harus tercermin dalam strategi fakultas, baik dalam aspek pendidikan, riset, maupun pengabdian,” tambahnya.
Sebagai bagian dari fakultas yang relatif baru berdiri dibandingkan prodi lainnya di FKIK, Jurusan Psikologi Universitas Jambi tampil aktif dan reflektif dalam forum penyusunan Renstra ini. Tim pengelola Jurusan Psikologi yang hadir antara lain Ketua Jurusan, Dessy Pramudiani, S.Psi., M.Psi., Psikolog; Koordinator Jurusan, Rion Nofrianda, M.Psi., Psikolog; dan Ketua Laboratorium Psikologi, Nurul Hafizah, M.Psi., Psikolog.
Dalam keterangannya, Dessy Pramudiani menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam penyusunan Renstra FKIK merupakan momentum penting bagi Jurusan Psikologi dalam merumuskan langkah pengembangan yang kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami melihat forum ini bukan hanya sebagai rutinitas, melainkan ruang strategis untuk menyuarakan orientasi keilmuan psikologi yang humanis, kontekstual, dan transformatif. Lima tahun ke depan, kami ingin menjadikan Jurusan Psikologi sebagai pusat unggulan dalam pengembangan psikologi berbasis lokalitas dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Dessy.
Ia juga menyoroti pentingnya integrasi antara visi fakultas dan visi jurusan agar tidak terjadi fragmentasi arah pengembangan. “Rencana strategis ini harus menciptakan sinergi antara masing-masing unit, bukan berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, partisipasi kami dalam forum ini adalah bentuk komitmen kolektif menuju tujuan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Rion Nofrianda, M.Psi., Psikolog, selaku Koordinator Jurusan Psikologi, menekankan bahwa lima tahun ke depan akan menjadi fase konsolidasi dan akselerasi. Menurutnya, tantangan utama Jurusan Psikologi adalah memperkuat kapasitas kelembagaan, kualitas pembelajaran, dan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi serta kebutuhan masa depan.
“Kami berada pada tahap krusial untuk membangun ekosistem akademik yang kokoh. Renstra ini menjadi titik tolak dalam mempertegas arah pengembangan kompetensi mahasiswa, peningkatan kualitas dosen, dan penguatan jejaring kemitraan strategis,” ungkap Rion.
Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan SDM dan infrastruktur akan menjadi kunci keberhasilan implementasi rencana strategis. “Kami membutuhkan dukungan nyata dari fakultas dalam hal pengembangan laboratorium, peningkatan kuantitas dan kualitas dosen, serta penyusunan roadmap riset yang terukur,” jelasnya.
Lebih jauh, Rion menyoroti perlunya diferensiasi keilmuan Psikologi Universitas Jambi melalui pendekatan berbasis kearifan lokal dan kajian-kajian psikologi indigenous. “Kami ingin menawarkan sesuatu yang khas, bukan sekadar mengikuti arus nasional. Identitas keilmuan kami harus berakar kuat pada konteks lokal masyarakat Jambi dan Sumatera secara umum,” pungkasnya.
Di sisi lain, Ketua Laboratorium Psikologi, Nurul Hafizah, M.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa penguatan fungsi laboratorium akan menjadi komponen sentral dalam lima tahun ke depan. Ia menekankan pentingnya laboratorium sebagai pusat inovasi, penelitian terapan, dan layanan psikologi masyarakat.
“Laboratorium bukan sekadar tempat praktik, tetapi menjadi jantung dari pengembangan keilmuan dan pengabdian. Renstra ini harus memuat rencana konkret penguatan laboratorium, baik dari segi peralatan, SDM, maupun pengembangan modul layanan,” ujar Nurul.
Ia juga menyatakan bahwa Laboratorium Psikologi harus mampu menjawab tantangan zaman, termasuk transformasi digital, pendekatan interdisipliner, serta kebutuhan akan layanan psikologis berbasis bukti (evidence-based).
“Kami ingin mengembangkan laboratorium ini menjadi pusat pengembangan intervensi psikologis berbasis teknologi, penguatan riset terapan, dan layanan psikoedukatif kepada masyarakat. Ini hanya bisa dicapai jika arah strategis fakultas memfasilitasi kami ke sana,” lanjutnya.
Kegiatan finalisasi Renstra FKIK ini tidak hanya berfokus pada aspek teknokratik semata, tetapi juga membuka ruang refleksi dan elaborasi gagasan dari masing-masing prodi. Para peserta menyampaikan usulan dan kritik konstruktif terhadap draft Renstra, khususnya dalam hal indikator capaian, arah riset unggulan, serta desain kebijakan mutu pendidikan dan pengabdian.
Beberapa isu strategis yang mengemuka dalam forum diskusi antara lain: penguatan akreditasi internasional, transformasi digital dalam pembelajaran, pengembangan jejaring nasional dan global, hingga integrasi nilai-nilai sosial budaya lokal dalam kurikulum dan riset.
Dalam diskusi tersebut, pengelola Jurusan Psikologi juga memberikan pandangan kritis terkait perlunya strategi fakultas dalam mendukung diferensiasi keilmuan psikologi yang tidak semata-mata berada dalam kerangka medis, tetapi juga sosial-humaniora.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam pembangunan tata kelola institusi yang visioner, partisipatif, dan berorientasi pada masa depan. FKIK Universitas Jambi, dengan seluruh program studinya, termasuk Psikologi, bersiap menapaki babak baru pembangunan akademik yang lebih strategis, terukur, dan berdampak luas.
