Tatap Semester Baru, Pengelola Psikologi FKIK UNJA Perkuat Fondasi Kerja Tim Lewat Agenda IPE

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi bergerak cepat dalam mempersiapkan mutu kurikulum dan sistem pembelajaran kolaboratif menjelang tahun akademik baru. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan rapat persiapan Interprofessional Education (IPE) untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar pada Selasa, (30/6/2026). Pertemuan krusial yang berlangsung di Ruang Rapat Dekan Lantai 2 Kampus FKIK UNJA tersebut dipimpin langsung secara formal oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama, Dr. dr. Fitriyanti, Sp.D.V.E., guna memastikan seluruh program studi kesehatan berada dalam satu frekuensi yang sama.

Pertemuan penting ini dihadiri oleh pengelola IPE, Ketua Jurusan dan Koordinator Program Studi dosen, Pendidikan Dokter, Keperawatan, Psikologi, Kesehatan Masyarakat, dan Farmasi. Jajaran pengelola Jurusan Psikologi turut ambil bagian secara aktif dalam forum tersebut guna memberikan masukan berbasis perspektif psikologis dan perilaku, mengingat dinamika kolaborasi antar-tenaga medis memerlukan fondasi komunikasi interpersonal dan kerja tim yang sangat kuat.

Ada beberapa agenda utama yang dibedah dalam rapat koordinasi tersebut, yang diawali dengan evaluasi menyeluruh terhadap jalannya pelaksanaan IPE pada periode sebelumnya guna memetakan aspek mana saja yang perlu dipertahankan dan diperbaiki. Setelah melakukan refleksi dari program terdahulu, pembahasan langsung bergeser secara intensif pada persiapan teknis pelaksanaan IPE Semester Ganjil TA 2026/2027. Seluruh perwakilan jurusan saling melempar gagasan dan menyelaraskan pemikiran saat menyusun jadwal perkuliahan, merancang skenario pembelajaran klinis yang realistis, hingga mematangkan pembagian tugas tim fasilitator agar implementasi di lapangan berjalan tanpa kendala.

Di sela-sela pembahasan, Ketua Jurusan Psikologi FKIK UNJA, Dessy Pramudiani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyampaikan harapan besarnya terhadap keberlanjutan program kolaboratif ini. Beliau menekankan bahwa pembelajaran model IPE merupakan instrumen yang sangat vital untuk mengikis ego sektoral antar-profesi kesehatan sejak dini. Melalui persiapan yang matang ini, beliau berharap implementasi IPE ke depan mampu berjalan jauh lebih optimal dan memberikan dampak konkret bagi mahasiswa. Harapan utamanya adalah agar mahasiswa Psikologi bersama mahasiswa kedokteran dan rumpun kesehatan lainnya dapat terlatih untuk berkolaborasi, berkomunikasi secara profesional, dan mampu menyelesaikan studi kasus penanganan pasien secara komprehensif dari berbagai sudut pandang keilmuan sebelum nantinya mereka benar-benar terjun ke dunia kerja yang dinamis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *