Jambi, 18 September 2025 – Ajang Grand Final Duta Kampus Universitas Jambi (UNJA) 2025 yang berlangsung pada 16 September 2025 meninggalkan catatan manis bagi Jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Dua mahasiswa psikologi, Keneth Noah Davidson dan Vella Attaqi, berhasil menorehkan prestasi gemilang. Keneth masuk dalam 14 besar finalis, sementara Vella sukses meraih penghargaan khusus pada kategori Duta Gender dan Anti Kekerasan.
Kompetisi Duta Kampus UNJA merupakan ajang bergengsi tahunan yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek penampilan, tetapi juga menguji kecerdasan, keterampilan komunikasi, kepemimpinan, serta kepribadian mahasiswa. Tujuan utamanya adalah melahirkan figur mahasiswa yang dapat menjadi teladan, inspirator, sekaligus representasi positif universitas di masyarakat.
Keneth Noah Davidson mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam ajang ini merupakan pengalaman transformatif yang penuh pelajaran.

“Bagi saya, ajang ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang bagaimana membangun rasa percaya diri, berani bicara di depan umum, serta membawa nama baik universitas dengan cara yang positif,” tuturnya.
Keneth menuturkan alasan utamanya mengikuti seleksi sederhana, yakni membuktikan bahwa mahasiswa Psikologi juga mampu berkontribusi dan berprestasi di luar ruang kelas. Proses persiapan yang ketat, menurutnya, justru menjadi sarana belajar untuk lebih disiplin dalam mengatur waktu antara kuliah dan latihan.
“Tantangan terbesar ada pada manajemen waktu dan menjaga semangat agar tidak mudah menyerah. Namun, dari situ saya belajar lebih sabar, lebih menghargai proses, dan memahami arti konsistensi,” jelasnya.
Ia menambahkan, dukungan dari teman-teman, dosen, dan keluarga besar Psikologi UNJA menjadi kekuatan utama dalam perjalanan ini.
“Saya bersyukur karena mendapat dukungan penuh. Itu yang membuat saya merasa perjalanan ini sangat bermakna. Harapan saya, pengalaman ini bisa menjadi bukti bahwa setiap mahasiswa punya kesempatan untuk berkembang, asalkan berani mencoba dan melangkah,” tambahnya.
Sementara itu, Vella Attaqi menorehkan capaian membanggakan dengan dinobatkan sebagai Duta Gender dan Anti Kekerasan. Baginya, pencapaian tersebut tidak hanya simbol penghargaan, tetapi juga tanggung jawab moral untuk menyuarakan isu-isu penting di kalangan mahasiswa.

“Menjadi Duta Kampus adalah pengalaman yang sangat berharga. Saya mendapat kesempatan untuk mengasah keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim, sekaligus membangun kepercayaan diri untuk tampil di depan banyak orang,” ungkapnya.
Motivasinya mengikuti pemilihan ini lahir dari keinginan untuk keluar dari zona nyaman dan mengatasi rasa takut berbicara di depan publik. Vella menuturkan bahwa proses seleksi yang harus dilalui cukup panjang, mulai dari tahap administrasi, wawancara, hingga personal branding.
“Tantangan terbesar saya adalah menyeimbangkan tanggung jawab akademis dengan peran sebagai duta. Namun, dari sini saya belajar mengelola waktu, menghadapi tekanan, dan tetap fokus pada prioritas,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan lingkungan.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman, dosen, dan seluruh keluarga besar Psikologi UNJA. Dukungan itu membuat saya lebih percaya diri dan termotivasi untuk menjadi versi terbaik dari diri saya. Harapan saya, pengalaman ini bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk berani menghadapi tantangan, mengembangkan keterampilan, dan membawa nama baik Psikologi,” pungkasnya.
Sebagai salah satu dewan juri, Beny Rahim, M.Psi., Psikolog, memberikan apresiasi khusus terhadap perkembangan mahasiswa Psikologi yang berani tampil.
“Di Psikologi ada tim internal yang menyeleksi calon sebelum dikirim ke tingkat fakultas, lalu maju ke universitas. Saya berharap ajang ini terus berjalan, sehingga semakin banyak mahasiswa yang mau ikut serta dan berani menantang diri. Saya sendiri melihat perkembangan nyata dari Vella sebelum mengikuti ajang ini hingga akhirnya terpilih menjadi Duta Kampus kategori Duta Gender dan Anti Kekerasan Seksual,” ungkapnya.
Kepala Jurusan Psikologi FKIK Universitas Jambi, Dessy Pramudiani, M.Psi., Psikolog, turut menyampaikan rasa bangga atas capaian mahasiswanya.
“Saya sangat bangga atas prestasi mahasiswa prodi Psikologi yang berhasil lolos menjadi Duta Kampus. Pencapaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan karakter yang kuat. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, aktif berprestasi, dan membawa nama baik jurusan maupun kampus. Kami yakin mahasiswa kita akan menjalankan peran ini dengan penuh tanggung jawab dan membanggakan,” tegasnya.
Prestasi Keneth dan Vella menjadi bukti bahwa mahasiswa Psikologi UNJA mampu bersaing di luar ranah akademik sekaligus memberi kontribusi positif bagi citra universitas. Keberhasilan ini diharapkan tidak berhenti sebagai capaian individual, tetapi juga menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa lain untuk terus aktif, berani melangkah, dan mengembangkan diri di berbagai bidang.
