Kegiatan ilmiah tahunan Jambi Health Scientific Competition (JAMHESIC) ke-6 yang digelar oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi berlangsung dengan semarak dan penuh semangat kolaboratif. Tahun ini, kegiatan dilaksanakan di gedung baru FKIK Universitas Jambi, sebuah fasilitas modern yang menjadi simbol kemajuan fakultas dalam mendukung kegiatan akademik dan riset lintas disiplin.
Dalam ajang bergengsi ini, Program Studi Psikologi Universitas Jambi tampil menonjol dengan partisipasi aktif para dosennya yang berperan dalam berbagai bidang. Mulai dari narasumber, presenter, moderator, hingga panitia pelaksana, keterlibatan mereka menjadi bukti nyata kontribusi psikologi dalam ranah kesehatan dan pengembangan sumber daya manusia.
Ketua Juruan Psikologi Universitas Jambi, Dessy Pramudiani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyampaikan rasa bangga atas kontribusi seluruh dosen dan mahasiswa yang telah berperan aktif dalam kegiatan JAMHESIC ke-6 ini. Ia menekankan bahwa keterlibatan lintas peran ini merupakan bentuk nyata dari semangat kolaboratif yang menjadi ciri khas Psikologi UNJA. “Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan kapasitas akademik, tetapi juga komitmen kami untuk terus berkontribusi dalam bidang kesehatan secara menyeluruh, termasuk aspek mental dan perilaku,” ujar Dessy.
Kegiatan JAMHESIC ke-6 tahun ini mengusung tema besar “Transforming Global Health through Innovation, Interprofessional Collaboration, and Entrepreneurship.” Tema ini menegaskan pentingnya sinergi antarbidang ilmu dalam membangun sistem kesehatan global yang inovatif dan berkelanjutan. Kehadiran Psikologi UNJA dalam forum ini menambah warna tersendiri karena menghadirkan perspektif humanistik dan psikologis dalam pembahasan isu-isu psikologi.
Menanggapi pelaksanaan kegiatan ini, Nurul Hafizah, M.Psi., Psikolog, salah satu dosen Psikologi Universitas Jambi, memberikan apresiasi terhadap kesuksesan penyelenggaraan dan antusiasme seluruh peserta. Ia menilai bahwa JAMHESIC bukan sekadar ajang kompetisi ilmiah, tetapi juga ruang untuk memperkuat kolaborasi antarprofesi di lingkungan akademik.
“Melalui JAMHESIC, kita belajar bahwa kesehatan tidak hanya bicara soal aspek fisik, tapi juga melibatkan dimensi psikologis dan sosial yang sama pentingnya. Kehadiran psikologi di forum ini menjadi jembatan penting untuk memahami manusia secara utuh,” ungkap Nurul.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini memberikan kesempatan bagi para dosen dan mahasiswa untuk saling berbagi pengetahuan serta membangun jejaring lintas bidang. “Kami sangat mengapresiasi FKIK yang terus konsisten menggelar JAMHESIC sebagai agenda tahunan. Ini menjadi wadah yang luar biasa untuk mempertemukan ide, inovasi, dan semangat kolaborasi antarbidang,” ujarnya.
Gedung baru FKIK Universitas Jambi menjadi saksi dari semangat ilmiah yang terpancar sepanjang kegiatan. Fasilitas yang modern, tata ruang yang nyaman, dan atmosfer akademik yang mendukung menjadikan pelaksanaan JAMHESIC ke-6 terasa lebih berkesan. Para peserta, baik dari dalam maupun luar universitas, menikmati setiap sesi yang dirancang dengan profesional dan penuh makna.
Partisipasi aktif para dosen Psikologi UNJA dalam kegiatan ini menegaskan bahwa psikologi memiliki peran penting dalam memperkuat paradigma kesehatan holistic yang tidak hanya berfokus pada tubuh, tetapi juga pikiran dan perilaku manusia. Melalui peran sebagai narasumber, moderator, presenter, dan panitia, mereka turut berkontribusi dalam membangun jembatan pemahaman antara ilmu kesehatan dan ilmu perilaku.
Dengan berakhirnya kegiatan JAMHESIC ke-6, harapan pun mengemuka agar kolaborasi lintas bidang ini terus berlanjut di masa mendatang. Psikologi Universitas Jambi melalui para dosennya berkomitmen untuk terus hadir, berkontribusi, dan menginspirasi dalam setiap ruang ilmiah yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan profesionalisme. Keterlibatan mereka di JAMHESIC tahun ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kolaborasi dan inovasi telah menjadi bagian dari identitas Psikologi UNJA dalam mendukung transformasi dunia kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
