PKL 2025, Mahasiswa Psikologi UNJA Jawab Tantangan Dunia Nyata

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi kembali menunjukkan langkah progresif dalam upaya penguatan kompetensi mahasiswanya melalui kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) tahun 2025. Mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2022 kini resmi menjalani rangkaian kegiatan PKL yang berlangsung selama delapan minggu ke depan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam kurikulum yang dirancang untuk menjembatani antara teori akademik dengan realitas praktik profesional di lapangan.

Praktek Kerja Lapangan ini melibatkan lebih dari 80 mahasiswa yang tersebar di berbagai instansi pemerintahan, pendidikan, rehabilitasi sosial, dunia industri, hingga lembaga pemasyarakatan. Mahasiswa disebar ke berbagai lokasi mitra seperti SLB, BNN Provinsi dan Kota Jambi, Telkom Witel, Polda Jambi, BKKBN, Lapas Kelas IIA, hingga perusahaan seperti PTPN IV. Pembagian lokasi dan dosen pembimbing pun telah disesuaikan dengan minat mahasiswa serta relevansi bidang yang akan mereka geluti di masa depan.

Koordinator Program Studi Psikologi, Rion Nofrianda, M.Psi., Psikolog menyampaikan bahwa kegiatan PKL tahun ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam memfasilitasi mahasiswa agar dapat mengaplikasikan pengetahuan akademik mereka secara langsung di dunia kerja yang sesungguhnya.

“PKL ini bukan sekadar agenda rutin, tapi bagian penting dari proses pembentukan identitas profesional mahasiswa. Mereka belajar menjadi bagian dari sistem kerja, memahami dinamika tim, serta mengasah keterampilan berpikir kritis dan empati secara langsung di lapangan,” ujar Rion.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa telah melalui proses pembekalan dan pembagian kelompok yang matang. Para mahasiswa akan dibimbing oleh dosen pembimbing yang ditugaskan secara khusus, dengan mempertimbangkan kapasitas dan pengalaman masing-masing dosen dalam bidang tertentu. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses mentoring berjalan optimal selama delapan minggu pelaksanaan kegiatan.

Sejumlah lokasi yang menjadi tempat PKL tahun ini adalah mitra strategis yang telah menjalin kerja sama selama beberapa tahun dengan Program Studi Psikologi Universitas Jambi. Salah satunya adalah PTPN IV, di mana beberapa mahasiswa akan melakukan praktik kerja di bawah supervisi Ayu, pendamping lapangan dari perusahaan tersebut. Ayu mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa sangat membantu dinamika kerja, terutama dalam penguatan SDM.

“Kami merasa terbantu dengan kehadiran mahasiswa dari Psikologi UNJA. Mereka mampu mengangkat beban kerja internal di divisi SDM, serta memberi perspektif baru dalam pengelolaan sumber daya manusia. Semangat belajar mereka juga menyuntikkan energi baru di lingkungan kerja kami,” ungkapnya.

Sementara itu, di lembaga pendidikan seperti SLB Harapan Mulia, SLBN 01, dan SLB Sri Soedewi, mahasiswa dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran, asesmen psikologis, hingga penyusunan program intervensi bagi siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk memahami pentingnya peran psikolog dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus, serta meningkatkan sensitivitas sosial mereka.

Di instansi pemerintahan seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi dan Kota Jambi, mahasiswa terlibat dalam program-program edukasi, penyuluhan, serta mendampingi asesmen psikologis pada klien rehabilitasi. Pengalaman ini memberikan wawasan nyata bagi mahasiswa tentang pentingnya peran psikologi dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba, serta memperkuat keterampilan komunikasi mereka dalam berinteraksi dengan individu dalam kondisi psikologis yang rentan.

Tidak hanya di instansi sosial dan pemerintahan, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk belajar di perusahaan swasta seperti Telkom Witel dan PTPN. Penempatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengenal peran psikologi industri dan organisasi (PIO), terutama dalam konteks pengembangan SDM, manajemen kinerja, serta dinamika kerja tim. Mereka belajar menganalisis kebutuhan pelatihan, menyusun modul pelatihan dasar, dan turut membantu dalam evaluasi iklim kerja di lingkungan organisasi.

Fadzlul, M.Psi., Psikolog, salah satu dosen pembimbing yang juga mengampu mata kuliah Psikologi Industri dan Organisasi, menyampaikan harapannya agar mahasiswa mampu merefleksikan setiap pengalaman yang mereka peroleh selama PKL dan menghubungkannya dengan teori yang telah dipelajari di kampus.

“Lapangan adalah ruang belajar yang tidak bisa diberikan oleh buku atau kuliah. Melalui PKL ini, saya berharap mahasiswa bisa mengasah sensitivitas, profesionalisme, dan integritas mereka sebagai calon psikolog. Setiap interaksi, tantangan, dan solusi yang mereka temukan di lapangan akan menjadi bagian dari pembentukan karakter profesional mereka,” ujar Fadzlul.

Kegiatan PKL juga menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk membangun jejaring profesional sejak dini. Melalui interaksi dengan praktisi, tenaga pendidik, dan pejabat di instansi pemerintahan, mahasiswa dapat memahami bagaimana komunikasi profesional dijalankan dan bagaimana menjaga etika kerja di dunia nyata. Tidak sedikit pula dari mereka yang mendapatkan rekomendasi atau tawaran kerja magang lanjutan karena menunjukkan performa yang baik selama PKL berlangsung.

Sementara itu, berbagai dosen pendamping lapangan turut menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi mahasiswa yang telah menunjukkan sikap adaptif dan kolaboratif. Di Polda Jambi, misalnya, mahasiswa ditempatkan untuk mendukung kegiatan konseling dan program-program kesejahteraan personel.

Di bidang pendidikan, mahasiswa yang ditempatkan di sekolah dasar seperti SDIT An Nahl, SD Uswatun Hasanah, maupun TK Little Muslims, dilibatkan dalam proses observasi perilaku siswa, merancang program intervensi ringan, hingga mengembangkan media edukatif. Pendekatan ini menjadi bentuk integrasi antara ilmu psikologi perkembangan dengan kebutuhan anak-anak usia dini.

Selain itu, mahasiswa yang bertugas di lembaga seperti UPTD PPA Kota Jambi, Sentra Alyatama, dan Yayasan Sahabat, berinteraksi langsung dengan kelompok rentan seperti anak-anak korban kekerasan, perempuan penyintas, maupun warga binaan. Keterlibatan mereka menjadi bagian penting dalam membangun empati sosial serta mematangkan keterampilan psikologis dalam menghadapi kompleksitas kasus di lapangan.

Keseluruhan rangkaian kegiatan PKL ini tidak hanya memberikan pengalaman empiris, tetapi juga memperkuat identitas akademik dan profesional mahasiswa Psikologi Universitas Jambi. Mereka dibimbing untuk tidak hanya menjadi pelaku teknis, tetapi juga pemikir reflektif yang mampu memahami manusia secara holistik.

Dalam penutupan sesi pembekalan sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan, Rion Nofrianda menekankan pentingnya menjaga integritas, keterbukaan terhadap pembelajaran, dan kemampuan refleksi selama kegiatan berlangsung.

“Saya selalu percaya bahwa belajar di lapangan adalah cermin terbaik bagi seorang calon psikolog. Apa yang kalian alami hari ini akan membentuk siapa kalian sebagai profesional esok hari. Jangan takut gagal, jangan ragu bertanya, dan jangan malu untuk mengakui kekurangan. Justru di situlah letak kekuatan kalian untuk berkembang,” pungkasnya penuh semangat.

Delapan minggu ke depan akan menjadi panggung utama bagi mahasiswa Psikologi Universitas Jambi untuk membuktikan kapabilitasnya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang latihan, tapi juga sebuah perjalanan transformasi yang akan menguji, mengasah, dan mematangkan mereka sebagai insan akademik yang siap berkiprah dalam pelayanan psikologis di berbagai sektor masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *