Tim Mahasiswa FKIK UNJA Raih Juara 2 Lomba Esai Ilmiah Nasional Bertema Psikologi Islam

Jambi, 16 Mei 2025 – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi. Tim gabungan mahasiswa Psikologi dan Keperawatan berhasil meraih Juara 2 dalam ajang National Islamic Psychology Fair (NIPF) 2025, sebuah kompetisi esai ilmiah nasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muslim Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.

Tim RAN, yang beranggotakan Ariyanto dan Risnawati (mahasiswa Psikologi), serta Ajeng Ananda Yusprisani (mahasiswa Keperawatan) berhasil menyisihkan puluhan peserta dari berbagai universitas di Indonesia. Di bawah bimbingan Dr. Nofrans Eka Saputra, S.Psi., M.A., mereka mempresentasikan gagasan berbasis psikologi Islam untuk menjawab tantangan sosial kontemporer, khususnya isu kesepian pada remaja dan dewasa muda.

Dengan mengusung tema besar lomba “Happy Souls, Healthy Bound: Crafting Harmonious Relationships with Islamic Psychology”, peserta ditantang untuk menyusun solusi konseptual atas isu-isu psikososial kontemporer berbasis psikologi Islam. Dalam karya esainya, tim RAN memperkenalkan sebuah konsep aplikasi digital bernama HeartLink, yang dirancang sebagai media dukungan psikospiritual untuk mengatasi kesepian. Aplikasi ini memadukan prinsip tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dengan pendekatan psikologi modern, dibalut dalam format yang interaktif dan sesuai dengan kebiasaan digital generasi muda. Melalui fitur-fitur seperti refleksi harian, dzikir audio, jurnal spiritual, serta sesi konseling online berbasis nilai-nilai Islam.

Kesepian bukan hanya persoalan emosi yang sepele, tapi bisa menjadi pintu masuk bagi berbagai masalah kesehatan mental. Kami ingin menjawabnya dengan pendekatan yang tidak hanya menyentuh aspek psikologis, tetapi juga spiritualitas individu, jelas Ariyanto.

Dari total 24 tim peserta, hanya 6 finalis yang lolos seleksi untuk mempresentasikan karya mereka secara luring di UII Yogyakarta. Di babak final, tim RAN memaparkan analisis mendalam mengenai prevalensi kesepian di Indonesia, konsep dasar tazkiyatun nafs, serta desain aplikasi HeartLink secara rinci dan argumentatif.

Perjalanan tim menuju podium juara tidaklah mudah. Dengan latar belakang studi yang berbeda dan tugas akhir yang padat, kolaborasi dan manajemen waktu menjadi tantangan utama. Namun, semangat yang tinggi dan komitmen bersama untuk menghadirkan solusi yang relevan menjadi penggerak utama selama proses persiapan lomba.

Melalui ajang ini, kami tidak hanya belajar tentang menulis dan berpikir kritis, tetapi juga tentang pentingnya ketekunan, kolaborasi, dan kepekaan terhadap isu-isu sosial di sekitar kita. Kami berharap gagasan ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan benar-benar diwujudkan untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat, ungkap tim RAN.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk orang tua, dosen pembimbing, serta pimpinan Jurusan Psikologi dan Keperawatan FKIK UNJA. Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas disiplin mampu menghasilkan inovasi yang bermakna dan berdaya guna

Dosen pembimbing, Dr. Nofrans Eka Saputra, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian mahasiswa bimbingannya. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kapasitas akademik dan pendampingan yang berkelanjutan.

“Prestasi tidak didapat hanya dengan lisan, tetapi perlu diperkuat melalui pembelajaran dan mentoring. Mahasiswa harus dilatih untuk berani dan percaya diri dalam mengikuti berbagai kompetisi yang menuntut daya saing tinggi,” ujar Pak Nofrans.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dosen idealnya mampu memetakan potensi mahasiswa sesuai bakat dan minatnya, kemudian mengembangkan ide serta kreativitas mereka secara komprehensif dengan pendekatan andragogi. “Dengan pendekatan pembelajaran orang dewasa, mahasiswa bisa lebih proaktif, reflektif, dan inovatif dalam memecahkan persoalan nyata di masyarakat,” imbuhnya.

Sebagai dosen Psikologi, ia berharap Jurusan Psikologi FKIK UNJA dapat mengembangkan program-program khusus untuk mengidentifikasi mahasiswa bertalenta dan memberikan pendampingan intensif. “Komitmen terhadap pencapaian prestasi mahasiswa harus menjadi bagian dari budaya akademik kita,” tegasnya.

Sementara itu, sebagai mentor lomba, Dr. Nofrans mengajak mahasiswa untuk bangga terhadap capaian ini. “Prestasi ini menorehkan sejarah di tingkat nasional, dan semestinya menjadi pemantik semangat untuk menunjukkan daya saing mahasiswa Psikologi UNJA terhadap kampus-kampus besar di Indonesia,” tutupnya.

Ajang ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FKIK UNJA memiliki potensi besar untuk berkontribusi melalui gagasan yang solutif, ilmiah, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Harapan tim RAN ke depan, konsep HeartLink dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai inovasi nyata yang berdampak positif terhadap kesejahteraan psikologis dan spiritual generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *