Mahasiswa Psikologi Universitas Jambi Raih Prestasi di Lomba Sastra Nasional

Jambi, 24 Maret 2025 – Duwi Puspitasari, mahasiswa Jurusan Psikologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi, telah mengharumkan nama almamater dengan meraih prestasi dalam ajang lomba sastra tingkat nasional yang diadakan oleh Ellunar, penerbit independen yang bekerja sama dengan Puspala Pustaka. Dari total 1.705 naskah yang dikirimkan oleh para peserta, cerpen berjudul Pujangga Tanpa Kisah karya Duwi berhasil masuk dalam 350 besar dan akan diterbitkan dalam antologi bertajuk Merayakan Ketidaksempurnaan. Selain itu, puisinya yang berjudul Sukar Satu juga lolos seleksi dari 2.541 peserta dan akan diterbitkan dalam buku antologi Rekah yang Patah.

Duwi Puspitasari mengungkapkan bahwa proses kreatif dalam menulis kedua karyanya bukanlah sesuatu yang instan. Pada 18 Maret 2025, ia mengirimkan satu naskah cerpen dan satu puisi untuk mengikuti lomba ini. Dengan ketelitian tinggi, ia melalui proses revisi berkali-kali sebelum akhirnya mengirimkan hasil akhirnya.

Lomba cerpen kali ini mengusung tema “Ketidaksempurnaan”, yang kemudian menginspirasi Duwi untuk menulis Pujangga Tanpa Kisah. Cerpen ini mengisahkan tentang seseorang yang memendam perasaan begitu dalam hingga akhirnya hanya bisa mengungkapkannya di hadapan nisan. Kalimat pembuka, “Pusara itu basah,” sengaja dirancang untuk langsung membawa pembaca ke dalam nuansa kesedihan tokoh utama. Selama hampir seminggu, Duwi merancang outline, menyusun alur terbaik, serta memilih diksi yang tepat agar cerita ini mampu menggugah emosi pembaca.

Sementara itu, dalam kategori puisi, tema yang diusung adalah “Mati Rasa”. Duwi menulis puisi Sukar Satu, sebuah refleksi tentang seseorang yang masih menyimpan cinta, tetapi tidak mampu menerimanya. Ia merangkai setiap larik puisi ini sebagai bentuk pergulatan batin yang sunyi, tentang luka yang tak mudah pulih, serta harapan yang perlahan memudar. Proses penulisan puisi ini memakan waktu tiga hari, diikuti dengan revisi yang teliti agar setiap kata membawa makna yang dalam.

Duwi mengaku bahwa ia tidak menaruh ekspektasi tinggi saat mengirimkan kedua karyanya ke perlombaan ini. Namun, hasil akhirnya membuktikan bahwa kerja keras dan dedikasi dalam menulis membuahkan hasil yang membanggakan. Dengan keberhasilannya masuk dalam dua antologi nasional ini, Duwi berharap dapat terus berkarya dan menginspirasi lebih banyak orang melalui tulisan-tulisannya.

Prestasi Duwi juga menunjukkan bagaimana sastra dan psikologi memiliki keterkaitan yang erat. Melalui karya sastra, seseorang dapat mengungkapkan emosi, menggali dinamika kejiwaan, serta memahami kompleksitas perasaan manusia. Dengan latar belakang keilmuan psikologi, Duwi mampu menghadirkan kedalaman emosi dalam karyanya, membuktikan bahwa sastra dapat menjadi media refleksi dan eksplorasi psikologis yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *