Dosen Psikologi FKIK UNJA Hadiri Persamaan Persepsi P2MW 2026, Perkuat Sinergi Menuju Prestasi Nasional

JAMBI – Dosen Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi (UNJA) turut ambil bagian dalam kegiatan Persamaan Persepsi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) UNJA Tahun 2026 yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada Jumat (27/02/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyamakan visi dan arah pembinaan kewirausahaan mahasiswa di lingkungan UNJA.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Fauzi Syam yang sekaligus memberikan sambutan, serta Kepala Biro Kemahasiswaan Dr. Guspianto. Hadir pula sebagai narasumber utama Dr. Novita Ekasari, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJA yang dalam tiga tahun terakhir dikenal sebagai salah satu penggerak utama capaian prestasi kewirausahaan mahasiswa, menjadikan FEB sebagai penyumbang medali tingkat nasional.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Fauzi Syam menekankan pentingnya kesamaan persepsi dalam menjalankan program P2MW agar seluruh fakultas memiliki standar pembinaan, indikator capaian, dan strategi pendampingan yang selaras. Menurutnya, P2MW bukan sekadar program kompetisi, tetapi wahana pembentukan karakter kewirausahaan mahasiswa yang berkelanjutan.

“Mahasiswa tidak hanya dilatih untuk berkompetisi, tetapi juga dibekali dengan mentalitas wirausaha yang tangguh, kreatif, dan adaptif. Oleh karena itu, peran dosen pendamping menjadi sangat krusial,” tegasnya dalam forum daring tersebut.

Sementara itu, Dr. Guspianto dalam arahannya menyampaikan pentingnya koordinasi teknis dan administrasi agar proses seleksi, pendampingan, hingga pelaporan P2MW berjalan sesuai pedoman nasional. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh komitmen kolektif lintas fakultas.

Sebagai narasumber, Dr. Novita Ekasari memaparkan strategi sukses pembinaan kewirausahaan mahasiswa di FEB UNJA. Ia menekankan pentingnya konsistensi mentoring, pemetaan potensi mahasiswa sejak awal, serta pembinaan berbasis target luaran. Menurutnya, keberhasilan FEB menjadi penyumbang medali nasional dalam tiga tahun terakhir bukanlah hasil instan, melainkan proses panjang yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Pendampingan tidak berhenti pada tahap proposal lolos. Justru setelah itu, intensitas komunikasi, evaluasi berkala, dan penguatan mental mahasiswa harus semakin ditingkatkan,” ujarnya.

Dari Program Studi Psikologi FKIK UNJA, kegiatan ini diikuti oleh Verdiantika Annisa, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Annisa Dianesti, S.Psi., M.Psi., serta Rion Nofrianda, M.Psi., Psikolog. Kehadiran para dosen ini menunjukkan komitmen Psikologi FKIK UNJA dalam mendukung penguatan ekosistem kewirausahaan mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kesiapan psikologis mahasiswa.

Menanggapi kegiatan tersebut, Verdiantika Annisa menyampaikan bahwa forum persamaan persepsi ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman dosen pendamping terkait peran strategis mereka dalam P2MW.

“Kegiatan ini membuka ruang refleksi bahwa keberhasilan mahasiswa dalam program kewirausahaan tidak hanya ditentukan oleh ide bisnis yang inovatif, tetapi juga oleh kesiapan mental, daya juang, regulasi diri, dan kemampuan bekerja dalam tim. Di sinilah pendekatan psikologis menjadi relevan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dari perspektif psikologi, pendampingan mahasiswa wirausaha perlu memperhatikan aspek motivasi intrinsik, resilience, serta kemampuan coping terhadap tekanan kompetisi. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mengejar target pendanaan atau medali, tetapi juga membangun fondasi kewirausahaan jangka panjang.

Annisa Dianesti turut menilai bahwa kesamaan persepsi antar dosen dan pimpinan universitas akan memudahkan proses koordinasi dan monitoring program. Sementara itu, Rion Nofrianda menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam membangun ekosistem P2MW yang solid di UNJA.

“Sinergi antara fakultas, biro kemahasiswaan, dan pimpinan universitas menjadi kunci. Psikologi dapat berkontribusi dalam aspek asesmen potensi, penguatan soft skills, hingga pendampingan berbasis evidence,” ujarnya.

Melalui kegiatan Persamaan Persepsi P2MW 2026 ini, diharapkan seluruh fakultas di UNJA memiliki komitmen yang sama dalam meningkatkan kualitas proposal, memperkuat pendampingan, serta mendorong mahasiswa meraih prestasi di tingkat nasional. Partisipasi aktif dosen Psikologi FKIK UNJA menjadi bagian dari upaya kolektif tersebut, sekaligus menegaskan peran strategis psikologi dalam membangun generasi wirausaha muda yang adaptif, tangguh, dan berdaya saing tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *