Program Studi Psikologi Universitas Jambi kembali meraih prestasi melalui capaian mahasiswa dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa (PEKSIM) Tingkat Universitas tahun 2026. Prestasi tersebut menjadi bukti semangat, kreativitas, dan dedikasi mahasiswa Psikologi UNJA dalam mengembangkan potensi di bidang seni dan akademik.
Pada cabang Vocal Group, mahasiswa Psikologi Universitas Jambi berhasil meraih Juara 2. Tim tersebut terdiri atas Karenina Tannia (Psikologi 2024), M. Gazi El Gifari (Psikologi 2025), Pretty Violetta (Psikologi 2024), Indah Khoiritunnisa (Psikologi 2025), Cahya Anggun Dari (Psikologi 2025), Reno Ishak Natahanael (Psikologi 2025), Muhamad Maulana (Psikologi 2023), Athaya Salsabila (Psikologi 2025), Otniel Benaya Tarigan (Psikologi 2024), Edoardo Muria Dharma (Psikologi 2025), dan Rasya Ananda Alwis (Psikologi 2024).
Pada cabang Tari, mahasiswa Psikologi Universitas Jambi berhasil meraih Harapan 1 yang terdiri atas Ajeng Dzakiyyah Azzahra (Psikologi 2024), Rahmayani Puspitasari (Psikologi 2024), dan Giska Yolanda Ramadani (Psikologi 2025).
Pada cabang Poster, Ayuning Dara Puspita (Psikologi 2024) berhasil meraih Harapan 2.
Pada cabang Menyanyi Seriosa, Reva Angela Oktavia (Psikologi 2025) berhasil meraih Juara 1 dan Edoardo Muria Dharma (Psikologi 2025) berhasil meraih Juara 2.
Selanjutnya, pada cabang Komik Strip, Namira Fadhila Maeni (Psikologi 2025) berhasil meraih Juara 1. Pada cabang Penulisan Puisi, Muhammad Rizki Irwan (Psikologi 2025) berhasil meraih Juara 2.
Selain itu, pada cabang Monolog, Kendi Afrilia (Psikologi 2025) berhasil meraih Harapan 3 dan Anita Nike Septiana berhasil meraih Juara 3.
Program Studi Psikologi Universitas Jambi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa yang telah mengharumkan nama program studi melalui prestasi yang diraih. Diharapkan capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kompetensi, serta aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.
Begitulah kehidupan kampus. Di tengah tugas, jadwal padat, dan tekanan akademik yang seolah tidak pernah selesai, mahasiswa masih mampu menghasilkan karya dan prestasi yang membanggakan. Untungnya, energi manusia kadang digunakan untuk sesuatu yang benar-benar bernilai.
Penulis: Bintang Adriani Sianturi
