Gen Z Mengabdi, Mahasiswa Psikologi UNJA Bawa Inovasi SEBAYA untuk Desa Senaung

Kabar menggembirakan datang dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi. Tim mahasiswa Program Studi Psikologi berhasil lolos pendanaan Program Inovasi Desa (Pro-Ide) Universitas Jambi Tahun 2025 melalui program unggulan bertajuk SEBAYA: Senaung Berdaya, Gen Z Berkarya Melalui Psikoedukasi, Budaya, Dan Ekonomi Kreatif.

Program ini menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa untuk hadir dan memberikan kontribusi kepada masyarakat desa. Di bawah bimbingan dosen muda yang aktif di bidang pengabdian masyarakat, Agung Iranda, S.Psi., M.A, tim SEBAYA siap mengabdi dan membawa perubahan di Desa Senaung, Muaro Jambi.

Anggota tim terdiri dari Saskiya Mariance, Gladis Atalya Fransiska, Putri Zahra Aisyah, Aulia Azzahra Ibrahim, Riska Febriyanti, Debora Tabita Pagawak, M. Ravi Diponegoro, Caroline Intan Permata S, Mayang Najwa Firdaus, Nur Habiba Ayu Kamilah, Rizky Fatan Yufta, serta dua mahasiswa lintas prodi yaitu Naurah Putri Utami (Manajemen Pemasaran) dan Marsha Safa Nabilla (Sistem Informasi).

Program SEBAYA lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan sosial yang dihadapi remaja desa, seperti kenakalan remaja, pernikahan dini, dan rendahnya budaya literasi. Dengan mengintegrasikan pendekatan psikoedukasi, penguatan budaya lokal, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi desa, tim SEBAYA berharap dapat menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

“Kami tidak ingin datang, memberi pelatihan lalu pergi. Kami ingin tumbuh bersama masyarakat. Program ini adalah awal dari proses panjang menuju Desa Senaung yang mandiri dan berdaya,” ujar Saskiya Mariance, ketua tim.

Agung Iranda, S.Psi., M.A., dosen pembimbing yang mendampingi tim SEBAYA sejak proses perencanaan hingga seleksi Pro-Ide, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan ini.

“Saya sangat bersyukur dan bangga melihat semangat mahasiswa yang begitu tinggi untuk berkontribusi kepada masyarakat. Mereka tidak hanya mengandalkan teori, tetapi juga menyelami langsung dinamika sosial di desa. Lolosnya SEBAYA adalah bukti bahwa mahasiswa psikologi bisa berinovasi lintas bidang, menggabungkan ilmu, kreativitas, dan keberpihakan sosial,” ujarnya.

Tak kalah bangga, Dessy Pramudiani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Ketua Program Studi Psikologi Universitas Jambi, juga memberikan apresiasi atas prestasi ini.

“SEBAYA menjadi gambaran nyata dari profil lulusan yang kami cita-citakan: akademik yang kuat, responsif terhadap isu sosial, dan kolaboratif lintas disiplin. Kami bangga tim ini tidak hanya membawa nama baik prodi, tetapi juga mempraktikkan langsung nilai-nilai psikologi dalam kehidupan masyarakat. Semoga ini menjadi langkah awal dari banyak kontribusi mahasiswa psikologi di masa mendatang,” tuturnya.

Keunikan SEBAYA terletak pada pendekatannya yang membumi. Bukan hanya pelatihan kognitif atau teori, tetapi juga intervensi berbasis komunitas seperti penguatan literasi remaja, pelatihan kewirausahaan lokal, dan pelestarian budaya.

Program ini juga melibatkan Focus Group Discussion (FGD) dengan warga, perangkat desa, dan tokoh adat untuk merancang kegiatan yang sesuai kebutuhan lokal. Kolaborasi dengan mahasiswa lintas program studi seperti manajemen pemasaran dan sistem informasi memperkuat aspek branding dan digitalisasi potensi desa.

“Kami percaya bahwa perubahan sosial berkelanjutan tidak bisa dilakukan sendiri. Maka kami berjejaring, membangun komunikasi dengan masyarakat dan lintas prodi. Semua terlibat, semua tumbuh,” tambah Gladis Atalya Fransiska, anggota tim.

Harapannya, keberhasilan ini tidak menjadi kegiatan seremonial semata. Tim SEBAYA berharap pendanaan ini menjadi langkah awal dari pembangunan jangka panjang di Desa Senaung. Kolaborasi antara kampus dan desa diharapkan menjadi role model keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *