Khansa Dwi Ananda Sabet Emas! Mahasiswi Psikologi UNJA Bersinar di Kejuaraan Shorinji Kempo 2025

Kejuaraan Shorinji Kempo Provinsi Jambi Tahun 2025 yang digelar pada 27–30 November di Gedung Judo Provinsi Jambi menjadi salah satu ajang kompetitif yang paling dinantikan oleh para atlet beladiri dari berbagai wilayah di Provinsi Jambi. Suasana kompetisi sejak hari pertama menghadirkan energi yang luar biasa, diwarnai semangat, ketegangan, dan keinginan untuk menampilkan kemampuan terbaik di hadapan juri dan penonton. Dalam momentum penting tersebut, mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Jambi, Khansa Dwi Ananda (angkatan 2025), tampil sebagai salah satu atlet yang memperoleh sorotan berkat penampilannya yang impresif di sejumlah nomor pertandingan.

Khansa menunjukkan performa konsisten di tiga nomor lomba berbeda, sebuah prestasi yang tidak hanya menuntut kesiapan teknik, tetapi juga fokus, ketahanan fisik, dan kekuatan mental. Atas perjuangan dan kerja kerasnya, ia berhasil mengamankan tiga medali, yakni:

  • Medali EmasEmbu Pasangan Dewasa Putri Kyu II – Kyu I
  • Medali PerungguEmbu Beregu Dewasa Putri Kyu III – Kyu I
  • Medali PerungguRandori Perorangan Putri Dewasa kelas 50–55 kg

Keberhasilan ini menjadi wujud nyata dari kerja keras dan dedikasi yang Khansa tanamkan selama masa latihan. Untuk mencapai titik tersebut, Khansa menjalani rutinitas latihan intensif yang berlangsung hampir setiap hari, memadukan latihan teknik embu, sparring randori, latihan fisik, hingga penguatan mental untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi. Di tengah aktivitas perkuliahan sebagai mahasiswa Psikologi, ia tetap menunjukkan kedisiplinan tinggi, mampu mengatur waktu antara studi dan latihan tanpa mengorbankan salah satunya.

Penampilan Khansa di nomor Embu Pasangan Dewasa Putri Kyu II–Kyu I menjadi salah satu momen penting yang mengantarkannya meraih medali emas. Gerakan embu yang menuntut kekompakan, ketepatan teknik, dan harmonisasi antara kedua pasangan berhasil ditampilkan dengan kuat. Khansa dan pasangannya tampak memadukan teknik dasar dan teknik lanjutan dengan mulus, memberikan kesan mendalam pada para juri dan penonton. Poin gerakan, ekspresi energi, serta kestabilan ritme menjadi kekuatan utama pasangan ini dalam meraih posisi pertama.

Tidak hanya unggul dalam duet, Khansa juga berkontribusi besar dalam nomor Embu Beregu Dewasa Putri Kyu III–Kyu I, di mana kerja sama tim menjadi faktor utama. Dalam kategori ini, setiap anggota tim harus bisa menjaga tempo gerakan, ritme, dan keselarasan agar embu terlihat solid sebagai satu kesatuan. Hasilnya, tim Khansa berhasil meraih medali perunggu, prestasi yang menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya kuat secara individu, tetapi juga mampu bekerja dalam dinamika kelompok.

Pada nomor terakhir, Randori Perorangan Putri kelas 50–55 kg, Khansa harus menghadapi tantangan berbeda. Randori adalah pertarungan langsung yang membutuhkan ketahanan fisik, strategi, kecepatan, refleks, serta kemampuan membaca gerakan lawan. Menghadapi lawan-lawan kuat yang telah berpengalaman di kelasnya, Khansa tetap mampu mempertahankan fokus, mengelola tekanan, dan menunjukkan teknik yang solid hingga akhirnya meraih medali perunggu.

Dalam wawancaranya setelah pertandingan, Khansa menyampaikan rasa haru sekaligus bangga atas pencapaian yang ia raih. Baginya, perjalanan menuju kejuaraan ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses panjang yang menguji mental, semangat, dan komitmennya sebagai atlet.

“Senang dan terharu karena latihan saya yang melelahkan bisa membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Terima kasih untuk para dosen yang memberikan dukungan dan support-nya kepada saya selama saya berlatih dan lomba.”

Rasa syukur Khansa juga tidak lepas dari dukungan lingkungan akademik, terutama dosen-dosen Program Studi Psikologi yang selalu memberikan motivasi, kelonggaran ketika dibutuhkan, serta dorongan moral agar ia dapat tetap berprestasi tanpa mengabaikan kegiatan perkuliahan. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan Khansa sebagai atlet dan mahasiswa.

Tidak hanya berhenti pada pencapaian tahun ini, Khansa memiliki ambisi untuk terus berkembang. Dengan pengalaman bertanding yang semakin matang, ia berharap dapat memberikan yang terbaik di kompetisi-kompetisi mendatang.

“Semoga untuk kejuaraan-kejuaraan lain selanjutnya saya bisa memberikan hasil yang lebih maksimal lagi untuk diri saya sendiri, klub, fakultas, universitas, dan provinsi.”

Harapan ini menunjukkan bahwa Khansa memiliki tekad jangka panjang, baik dalam karier olahraga maupun dalam kontribusinya sebagai bagian dari Universitas Jambi.

Dessy Pramudiani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Ketua Jurusan Psikologi Universitas Jambi, memberikan apresiasi penuh atas prestasi yang diraih Khansa. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak hanya membanggakan dari segi prestasi olahraga, tetapi juga mencerminkan karakter dan nilai-nilai yang sejalan dengan pembelajaran psikologi.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Khansa pada Kejuaraan Shorinji Kempo Provinsi Jambi 2025. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Psikologi UNJA mampu berkembang secara holistik, tidak hanya unggul di bidang akademik tetapi juga dalam kegiatan non-akademik yang membutuhkan disiplin, pengendalian diri, serta ketahanan mental yang kuat.”

Dessy juga menambahkan bahwa keberhasilan mahasiswa seperti Khansa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri.

“Semoga apa yang dicapai Khansa dapat menjadi motivasi bagi teman-temannya untuk berani mencoba, berprestasi, dan mengharumkan nama universitas. Jurusan Psikologi akan terus mendukung mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan di berbagai bidang, termasuk olahraga, seni, dan pengembangan diri lainnya.”

Dukungan dari pihak jurusan menjadi bukti bahwa Universitas Jambi mendorong perkembangan mahasiswa tidak hanya sebatas pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat melalui pengalaman di luar kelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *