Digandeng BKKBN Provinsi Jambi, Tim Dosen Psikologi UNJA Paparkan Policy Brief Integratif di Forum Nasional 1000 HPK

Jambi – Dalam upaya mendukung program nasional 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang digagas oleh Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), tim dosen dari Jurusan Psikologi Universitas Jambi turut ambil bagian aktif dalam penyusunan dan pemaparan policy brief yang bertemakan penguatan peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang balita.
Kegiatan presentasi policy brief ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 22 Juli 2025, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dan dihadiri oleh seluruh perwakilan BKKBN Provinsi se-Indonesia bersama mitra perguruan tinggi. Acara dibuka secara resmi oleh dr. Irma Ardiana, MAPS, selaku Direktur Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak (BKKBN).
Tim dosen Jurusan Psikologi Universitas Jambi yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Dessy Pramudiani, M.Psi., Psikolog, Muhammad Ilham, M.Psi., Psikolog, dan Ayu Ulivia, M.Pd.. Tim ini terbentuk melalui inisiasi kolaboratif antara Jurusan Psikologi Unja dan BKKBN Provinsi Jambi, yang telah menjalin kerja sama dalam penguatan intervensi berbasis psikologi keluarga dan budaya lokal.

Dalam forum tersebut, Muhammad Ilham, M.Psi., Psikolog mewakili tim untuk mempresentasikan policy brief berjudul: “Meningkatkan Partisipasi Program Bina Keluarga Balita (BKB) Melalui Integrasi Seloko Adat Melayu Jambi dan Kolaborasi Lembaga Adat.”
Naskah policy brief ini menyajikan pendekatan inovatif yang mengintegrasikan kearifan lokal melalui seloko adat Melayu Jambi sebagai medium edukasi keluarga, guna memperkuat peran orang tua dalam masa 1000 HPK. Di dalamnya juga disoroti pentingnya sinergi antara lembaga adat dan tenaga kesehatan dalam membangun ekosistem pengasuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Presentasi ini mendapat perhatian besar dari peserta dan panel penilai. Berdasarkan informasi dari pihak BKKBN Provinsi Jambi, policy brief yang disusun bersama tim dosen Psikologi Unja ini mendapatkan tanggapan positif dari tim penilai nasional yang berasal dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. Penilai menilai bahwa policy brief tersebut memuat pendekatan yang kontekstual, aplikatif, serta memiliki nilai tambah strategis karena mengedepankan budaya lokal sebagai fondasi intervensi.
Lebih lanjut, para penilai mengapresiasi keberanian tim dalam mengangkat kolaborasi dengan lembaga adat sebagai mitra strategis program BKB, serta menyambut baik gagasan integrasi nilai-nilai lokal ke dalam skema komunikasi perubahan perilaku. Dalam diskusi panel, policy brief ini disebut sebagai salah satu contoh praktik baik (best practice) dari wilayah Sumatera yang layak untuk direplikasi oleh provinsi lain.
Partisipasi aktif berbagai elemen ini menjadi bukti nyata bahwa intervensi berbasis komunitas dan budaya lokal sangat potensial dalam memperkuat ketahanan keluarga sejak masa awal kehidupan anak.
Jurusan Psikologi Universitas Jambi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BKKBN Provinsi Jambi atas kepercayaan dan kolaborasi yang telah terjalin, serta berkomitmen untuk terus mengembangkan riset dan advokasi kebijakan berbasis keilmuan psikologi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat adat mampu melahirkan inovasi kebijakan yang kontekstual dan aplikatif dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *