Dari UNJA untuk UNSRI: Perspektif Psikologi dalam Memahami Kekerasan Berbasis Gender

Jambi, 25 April 2025 – Jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring dan kontribusi akademik melalui kegiatan kolaboratif lintas institusi. Pada Rabu, 16 April 2025, Ketua Jurusan Psikologi FKIK UNJA, Dessy Pramudiani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, hadir sebagai narasumber dalam kuliah umum yang diselenggarakan oleh Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (UNSRI).

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini mengangkat tema “Dinamika Psikologi Kekerasan Berbasis Gender (KBG): Teori hingga Intervensi”. Kuliah umum ini menjadi bagian dari program kerja sama akademik antara FKIK UNJA dan FK UNSRI yang bertujuan mendorong pertukaran keilmuan dan memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menjawab isu-isu psikologi kontemporer.

Dalam sesi pemaparannya, Dessy Pramudiani menyampaikan bahwa kekerasan berbasis gender merupakan fenomena yang tidak hanya menyentuh aspek sosial dan budaya, tetapi juga berkaitan erat dengan dinamika psikologis individu dan kelompok. Ia menguraikan berbagai bentuk kekerasan berbasis gender, baik yang bersifat fisik, verbal, maupun simbolik, serta bagaimana fenomena ini tercermin dalam struktur masyarakat yang patriarkat.

“Kita tidak bisa hanya melihat KBG sebagai tindakan kekerasan semata, melainkan juga sebagai ekspresi dari sistem sosial yang timpang dan terus-menerus direproduksi. Di sinilah psikologi memiliki peran penting untuk memahami, menjelaskan, sekaligus menghadirkan solusi,” jelas Dessy.

Lebih lanjut, ia memaparkan teori-teori psikologi yang relevan, seperti teori peran gender, teori trauma, serta pendekatan interseksionalitas untuk melihat keterkaitan antara identitas gender, kekuasaan, dan kerentanan. Tidak hanya bersifat teoretis, materi yang disampaikan juga menyentuh praktik intervensi berbasis bukti yang dapat diterapkan dalam pendampingan korban, edukasi masyarakat, hingga advokasi kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan.

Mahasiswa Psikologi UNSRI menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan berlangsung, ditandai dengan diskusi aktif dan refleksi kritis atas materi yang disampaikan. Kuliah umum ini diharapkan menjadi bekal awal dalam membentuk perspektif sensitif gender di kalangan mahasiswa, serta memperluas cakrawala berpikir dalam menanggapi persoalan kemanusiaan secara komprehensif.

Kerja sama ini merupakan wujud nyata dari semangat kolaboratif antar perguruan tinggi dalam membangun atmosfer akademik yang terbuka dan transformatif. Jurusan Psikologi FKIK UNJA terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan keilmuan psikologi yang kontekstual, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *