Jurusan Psikologi FKIK UNJA Siap Implementasikan MoA dengan Pengadilan Agama: Perkuat Layanan Psikologi dan Program PKL Mahasiswa

Jambi, 22 Juli 2025 — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi, melalui Jurusan Psikologi, tengah menyiapkan langkah konkret untuk mengimplementasikan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Pengadilan Agama dalam bentuk layanan konseling psikologis dan pelatihan lapangan mahasiswa. Implementasi kerja sama ini bertujuan memperkuat peran psikologi dalam layanan publik, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan pendampingan emosional dan psikososial.

Melalui skema ini, mahasiswa Psikologi Universitas Jambi akan terlibat dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang terintegrasi dengan layanan berbasis komunitas. Mereka akan belajar langsung dari dinamika kasus nyata di Pengadilan Agama, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan psikologi profesional.

Salah satu fokus utama dari kerja sama ini adalah penyediaan layanan konseling psikologi yang terjadwal, dilakukan oleh psikolog dari Jurusan Psikologi UNJA. Layanan ini ditujukan bagi pihak-pihak yang menjalani proses hukum di Pengadilan Agama, khususnya perempuan korban Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dan anak di bawah umur yang mengajukan permohonan dispensasi nikah karena kehamilan di luar pernikahan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap klien yang berada dalam kondisi rentan memiliki akses terhadap layanan psikologis yang aman, terstandar, dan berpihak pada pemulihan. Kerja sama ini juga menjadi bentuk nyata pengabdian jurusan kepada masyarakat,” ujar Ketua Jurusan Psikologi, Dessy Pramudiani, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Selain fokus pada penguatan layanan di lingkungan Pengadilan Agama, kerja sama ini juga membuka peluang untuk mengaktifkan kembali program ‘Psychology Goes to School’, yaitu program edukasi dan intervensi psikologis di sekolah-sekolah yang sebelumnya pernah dijalankan oleh jurusan. Rencana ini akan melibatkan kolaborasi dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Jambi, guna memperluas cakupan program dan memastikan kompetensi praktisi yang terlibat.

Melalui pendekatan yang sistematis dan berbasis komunitas, program ini diharapkan dapat menyasar siswa sekolah yang menghadapi berbagai tekanan psikologis, seperti kekerasan, perundungan, maupun persoalan keluarga. Program ini akan difokuskan pada peningkatan literasi kesehatan mental, konseling remaja, serta pelatihan penguatan karakter dan keterampilan sosial.

Pihak Jurusan Psikologi FKIK UNJA meyakini bahwa integrasi antara akademik dan praktik melalui kerja sama lintas sektor seperti ini akan memperkaya proses pembelajaran mahasiswa, sekaligus menjawab kebutuhan nyata masyarakat dalam layanan psikologi berbasis nilai dan empati.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat langsung bagi masyarakat penerima layanan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan pengalaman lapangan yang relevan dan bermakna, sebagai calon psikolog masa depan yang peka terhadap isu sosial,” tutup Dessy Pramudiani.

Dengan langkah ini, Jurusan Psikologi Universitas Jambi menegaskan komitmennya dalam membangun sinergi antara pendidikan tinggi dan pelayanan publik untuk menciptakan perubahan sosial yang lebih sehat dan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *