Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Jambi yang mengambil mata kuliah Teknik Fasilitasi melaksanakan implementasi proyek pada Sabtu (21/6/2025), bertempat di Lapangan Hijau FKIK Universitas Jambi, Gedung Lama. Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik lapangan yang bertujuan mengaplikasikan keterampilan fasilitasi secara langsung melalui berbagai metode, terutama dalam bentuk ice breaking atau pemecah suasana kelompok.
Mata kuliah ini dibimbing oleh dua dosen pengampu, yaitu Rion Nofrianda, M.Psi., Psikolog dan M. Tri Firia Chandra, M.Psi., Psikolog, yang secara aktif mendampingi mahasiswa dalam perancangan, pelatihan, hingga pelaksanaan proyek. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa menampilkan lebih dari puluhan ice breaking dengan variasi bentuk, tujuan, serta pendekatan psikologis yang telah dirancang sesuai prinsip fasilitasi kelompok.
Dalam keterangannya, M. Tri Firia Chandra, M.Psi., Psikolog menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan dan antusiasme mahasiswa.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami teori fasilitasi, tetapi juga mampu menerapkannya secara kreatif dan sistematis di lapangan. Ini menjadi bekal penting bagi mereka ketika kelak terlibat dalam dunia kerja, pelatihan, maupun pendampingan kelompok,” ujarnya.
Seluruh ice breaking yang ditampilkan tidak hanya digunakan sebagai bagian dari praktik, tetapi juga didokumentasikan dan disusun dalam bentuk buku sebagai output mata kuliah. Buku tersebut nantinya dapat menjadi sumber referensi praktis yang bermanfaat bagi mahasiswa, fasilitator, guru, maupun praktisi psikologi dan pendidikan lainnya.
Salah satu mahasiswa peserta kegiatan, Aulia, menyampaikan harapan atas kegiatan ini.
“Saya berharap pengalaman ini tidak hanya menjadi nilai akademik semata, tetapi juga menjadi modal bagi kami untuk lebih percaya diri, terampil dalam memimpin kelompok, dan mampu membangun suasana yang inklusif dan menyenangkan dalam berbagai kegiatan fasilitasi ke depan,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga dapat dihidupkan melalui praktik lapangan yang dirancang secara kontekstual. Dengan menggabungkan teori, kreativitas, dan kerja tim, mahasiswa Psikologi Universitas Jambi menunjukkan bahwa mereka siap menjadi fasilitator yang adaptif, komunikatif, dan berdaya guna di tengah masyarakat.
