Jambi, 10 Februari 2025 — Dalam upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap arah dan tujuan Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Universitas Jambi (UNJA), para dosen pengampu mengambil langkah dengan mengajak mahasiswa untuk menghafalkan serta melafalkan visi, misi, dan tujuan program studi. Langkah ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai inti secara lebih mendalam, baik bagi mahasiswa maupun dosen pengampu, guna membangun pemahaman bersama dalam perjalanan akademik.

Menurut Dosen Psikologi Industri dan Organisasi, Beny Rahim, M.Psi., Psikolog, upaya ini merupakan bentuk intervensi psikologi organisasi yang bertujuan untuk memperkuat identitas akademik mahasiswa. “Harapannya, mahasiswa semakin sadar akan arah yang ingin dicapai oleh program studi ini. Mereka tidak hanya mengikuti perkuliahan secara mekanis, tetapi juga memahami bagaimana mereka akan dibentuk sebagai lulusan psikologi UNJA,” ujarnya.

Konsep internalisasi nilai dalam organisasi bukanlah hal baru dalam dunia psikologi industri dan organisasi. Teori tentang Organizational Socialization yang dikemukakan oleh Van Maanen & Schein (1979) menekankan pentingnya proses adaptasi individu terhadap norma, budaya, dan tujuan organisasi. Dalam konteks akademik, internalisasi ini membantu mahasiswa memahami bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam dunia profesional nantinya.
Pendekatan ini juga sejalan dengan konsep Transformational Leadership (Bass, 1985), di mana pemimpin—dalam hal ini dosen—tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk visi yang menginspirasi. Dengan memperkenalkan visi dan misi sejak dini, mahasiswa lebih mampu menghubungkan teori yang mereka pelajari dengan realitas yang akan mereka hadapi setelah lulus.
Dosen berharap bahwa dengan metode ini, mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman akademik yang kuat, tetapi juga memiliki kesadaran profesional yang tinggi. “Kami ingin lulusan Psikologi UNJA menjadi individu yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki kesadaran akan peran mereka di masyarakat,” tambah Beny Rahim.
Upaya internalisasi ini tidak hanya terbatas pada mahasiswa, tetapi juga bertujuan untuk menyelaraskan persepsi dan tujuan di antara dosen pengampu. Dengan pemahaman yang sama, kolaborasi antara dosen dan mahasiswa diharapkan semakin efektif dalam membangun atmosfer akademik yang lebih dinamis.

Langkah ini menjadi salah satu inovasi dalam pendidikan tinggi, khususnya di Fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan UNJA. Dengan adanya kesadaran sejak dini mengenai visi dan misi program studi, mahasiswa diharapkan dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan akademik dan profesional di masa depan.
