Pertemuan daring antara Jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi dan Program Studi Psikologi Universitas Sriwijaya menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi akademik antarperguruan tinggi di Sumatera. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (28/01/2026) tersebut berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat kolaborasi, menandai langkah konkret implementasi kerja sama yang sebelumnya telah disepakati kedua belah pihak.
Pertemuan ini mempertemukan jajaran pimpinan dan dosen dari kedua institusi. Dari pihak Universitas Jambi, kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Jurusan Psikologi FKIK Universitas Jambi, Dessy Pramudiani bersama tim dosen. Sementara itu, dari Universitas Sriwijaya hadir dosen Psikologi, Sayang Ajeng Mardhiyah, yang turut menyampaikan pandangan serta komitmen akademik dalam forum diskusi tersebut.
Sejak awal pertemuan, kedua belah pihak menegaskan bahwa kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen administratif semata, melainkan harus diwujudkan dalam program nyata yang berdampak langsung pada peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi. Diskusi berjalan dinamis, membahas berbagai kemungkinan implementasi, mulai dari kolaborasi penelitian, penguatan kurikulum berbasis kebutuhan regional, hingga pertukaran dosen sebagai bentuk konkret mobilitas akademik.
Dalam forum tersebut, Sayang Ajeng Mardhiyah menyampaikan harapannya agar kerja sama ini menjadi ruang belajar bersama yang setara dan produktif. Ia menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang tidak hanya formal, tetapi juga substansial dalam pengembangan keilmuan psikologi.
“Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi wadah pertukaran gagasan dan pengalaman akademik yang memperkaya perspektif kedua institusi. Setiap kampus memiliki keunggulan dan karakteristiknya masing-masing, sehingga melalui sinergi ini kita dapat saling menguatkan, baik dalam pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pertukaran dosen nantinya diharapkan mampu membuka ruang dialog ilmiah yang lebih luas, termasuk peluang penelitian kolaboratif lintas wilayah yang relevan dengan konteks sosial budaya Sumatera. Menurutnya, kolaborasi antaruniversitas dalam satu kawasan memiliki potensi besar untuk menghasilkan kajian psikologi yang lebih kontekstual dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Jurusan Psikologi FKIK Universitas Jambi, Dessy Pramudiani, menegaskan bahwa implementasi kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan jejaring akademik. Ia menyampaikan bahwa pertukaran dosen menjadi salah satu program prioritas yang disepakati dalam pertemuan tersebut.
“Harapan kami, melalui pertukaran dosen ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih beragam, dengan perspektif dan pendekatan yang mungkin berbeda dari yang biasa mereka terima. Ini bukan sekadar mobilitas tenaga pengajar, tetapi juga transfer pengetahuan, budaya akademik, dan semangat kolaborasi,” ujarnya.
Dessy juga menekankan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas riset bersama, khususnya pada isu-isu psikologi yang relevan dengan dinamika masyarakat Sumatera, seperti kesehatan mental komunitas, psikologi pendidikan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal. Menurutnya, kolaborasi lintas institusi akan memperluas peluang publikasi ilmiah bersama dan memperkuat posisi kedua program studi dalam peta akademik nasional.
Pertemuan daring tersebut juga membahas mekanisme teknis pelaksanaan pertukaran dosen, termasuk penyesuaian jadwal perkuliahan, skema pengajaran tamu (guest lecture), hingga kemungkinan pengembangan mata kuliah kolaboratif yang dapat diikuti mahasiswa kedua kampus secara bergantian. Diskusi berlangsung konstruktif, dengan kesepahaman bahwa fleksibilitas dan komunikasi intensif menjadi kunci keberhasilan implementasi program ini.
Atmosfer pertemuan mencerminkan semangat kebersamaan dan visi yang selaras, membangun psikologi yang adaptif, kontekstual, dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Kedua belah pihak sepakat bahwa kolaborasi ini bukan hanya mempererat hubungan kelembagaan antara Universitas Jambi dan Universitas Sriwijaya, tetapi juga menjadi model sinergi akademik regional yang inspiratif.
Dengan rencana pertukaran dosen sebagai langkah awal implementasi, kerja sama ini diharapkan segera memasuki tahap realisasi dalam waktu dekat. Program tersebut diyakini akan memberikan manfaat strategis, baik bagi dosen dalam pengembangan profesional maupun bagi mahasiswa dalam memperkaya pengalaman akademik mereka.
Pertemuan yang berlangsung secara daring itu pun ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil diskusi melalui penyusunan rencana aksi yang lebih terstruktur. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa jarak geografis bukanlah penghalang untuk membangun kemitraan akademik yang kuat, melainkan peluang untuk saling melengkapi demi kemajuan ilmu psikologi di Sumatera dan Indonesia secara lebih luas.
